Online Training – Penyusunan Health Risk Asessment (HRA)
Jadwal Pelatihan Online Training – Penyusunan Health Risk Asessment (HRA)
| Tanggal | Tempat | Kota | | 13 - 14 Januari 2026 | - | - |
PENDAHULUAN
Kesehatan kerja merupakan pilar penting dalam produktivitas perusahaan. Identifikasi risiko kesehatan yang tidak tepat seringkali menyebabkan munculnya Penyakit Akibat Kerja (PAK) yang berdampak pada absensi, penurunan performa, hingga tuntutan hukum.
Health Risk Assessment (HRA) adalah alat manajemen yang krusial untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya kesehatan di tempat kerja. Pelatihan ini dirancang untuk membekali personel K3 dan medis perusahaan dengan keahlian praktis dalam menyusun dokumen HRA yang komprehensif dan aplikatif.
TUJUAN
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
- Memahami kerangka kerja dan regulasi terkait kesehatan kerja.
- Mengidentifikasi berbagai kategori bahaya kesehatan (Fisik, Kimia, Biologi, Ergonomi, Psikososial).
- Melakukan penilaian risiko menggunakan matriks risiko kesehatan.
- Menentukan langkah pengendalian yang efektif berdasarkan hierarki kontrol.
- Menyusun dokumen laporan HRA yang memenuhi standar audit.
MATERI
1. Pengantar Manajemen Kesehatan Kerja
- Definisi dan pentingnya HRA dalam operasional bisnis.
- Regulasi nasional (Permenaker, Permenkes) dan standar internasional (ISO 45001).
- Perbedaan antara Penilaian Risiko Keselamatan (Safety) vs Kesehatan (Health).
2. Identifikasi Bahaya Kesehatan (Health Hazard Identification)
- Bahaya Fisik: Kebisingan, radiasi, getaran, dan pencahayaan.
- Bahaya Kimia: Debu, uap, gas, dan bahan kimia berbahaya.
- Bahaya Biologi: Bakteri, virus, dan jamur di lingkungan kerja.o Bahaya Ergonomi: Postur kerja, repetisi, dan desain stasiun kerja.
- Bahaya Psikososial: Stres kerja, beban kerja, dan hubungan interpersonal.
3. Metodologi Penilaian Risiko Kesehatan
- Penentuan kelompok kerja yang terpapar (Similar Exposure Groups – SEGs).
- Estimasi tingkat keparahan (Severity) berdasarkan dampak kesehatan kronis/akut.
- Estimasi peluang (Likelihood) berdasarkan durasi dan frekuensi paparan.
- Penggunaan Matriks Risiko Kesehatan untuk menentukan prioritas.
4. Strategi Pengendalian Risiko
- Hierarki Pengendalian: Eliminasi, Substitusi, Rekayasa Teknik, Administratif, dan APD.
- Evaluasi efektivitas pengendalian yang sudah ada (Existing Control).
- Perencanaan Program Surveilans Kesehatan (Medical Check-up berbasis risiko).
5. Penyusunan Dokumen dan Pelaporan HRA
- Teknik pengisian HRA Register.
- Penyusunan rencana aksi (Action Plan) dan pemantauan berkala.
- Studi kasus: Praktik penyusunan HRA berdasarkan profil operasional perusahaan.